2019-08-19

TEKNIK PENGOMPOSAN JERAMI DENGAN CEPAT

BPTP LAMPUNG
...

PENDAHULUAN

 Latar Belakang

Jerami adalah bagian dari tanaman padi yang tersisa setelah proses pemanenan usai. Bagi para petani jerami juga dimanfaatkan untuk pakan ternak, tetapi hanya sebagian saja, Kebanyakan petani meninggalkanya di pematang kemudian membakarnya dengan aggapan untuk pupuk padahal sangat disayangkan karena kurang nya pengetahuan. Padahal jerami adalah sumber hara K yang murah bagi pertanaman Padi.  Perombakan jerami secara alami membutuhkan waktu yang lama (2-3 bulan), sehingga upaya pelestarian lahan sawah mengalami hambatan, apalagi jika dihadapkan dengan pendeknya waktu antar musim  tanam Konversi  jerami menjadi bentuk yang lebih berdayaguna sangat sulit,  dikarenakan oleh sulitnya degradasi lignin dan selulosa.  Degradasi lignin merupakan tahapan pembatas bagi kecepatan dan efisiensi dekomposisi yang berhubungan dengan selulosa

Teknologi Pengomposan Cepat  dengan Mikroba Perombak Bahan Organik

  1. Teknologi untuk mengatasi penumpukan residu bahan organik yang mengalami proses dekomposisi lambat, seperti jerami yang mengandung proporsi lignoselulosa lebih banyak
  2. Teknologi mikroba perombak bahan organik yang berguna bagi pengembalian bahan organik insitu dalam menyediakan hara, memperbaiki struktur tanah, menekan perkecambahan spora,menon-aktifkan atau menghentikan pertumbuhan patogen
  3. Aman lingkungan

Syarat Teknologi Pengomposan Cepat Dengan Sistem Aerobik Suhu Tinggi

  1. Kualitas produk perombak bahan organik
  2.  Teknik pengomposan

Mutu kompos ditentukan oleh:

  • Kematangan,
  • Kandungan hara
  • persentase kandungan bahan organic
  • Kelembaban
  • Ttingkat patogenisitas
  • pH
  • Ukuran partikel
  • Bau
  • Kandungan polutan (logam berat dan bahan kimia organik pestisida).

 

TEKNIK  PENGOMPOSAN CEPAT BAHAN JERAMI

Teknik percepatan proses pengomposan dilakukan dengan menggunakan biaktivator perombakan bahan organik dengan sistem pengomposan aerobik suhu tinggi (aerobic high temperature composting).

Pengomposan Jerami Dengan Metode Tumpukan Dan Pembalikan

  1. Pembalikan seminggu sekali
  2. Setiap hari
  3. Setiap 3 (tiga) hari sekali

Pengomposan Jerami Dengan Cara Ditumpuk Dengan Ventilasi

  1. Substrat jerami dihancurkan dan dilembabkan semalaman (kelembaban berkisar 60-80%). 
  2. Buat kotak bambu dengan sarang bambu yang diletakkan di dasar tumpukan  (organik lebih  30 cm di atas permukaan tanah) untuk  memberikan aerasi di bagian bawah tumpukan.
  3. Tumpukan bahan organik dan inokulasi dengan MDec/DSA secara berlapis, lalu buat lubang-lubang  dengan cara meletakkan sejumlah bambu berlubang ke dalam tumpukan bahan organik  secara horinzontal,
  4. Lalu difermentasi selama seminggu.
  5. Pertahankan kelembaban 60-80% agar proses dekomposisi berjalan baik.

 

http://lampung.litbang.pertanian.go.id/ind/images/stories/foto2019b/jerami2.jpg
Kompos hasil “pengomposan cepat dengan sistem aerobik suhu tinggi setelah 7 hari proses pengomposan (a), teknik ventilasi dengan membuat lubang-lubang dalam tumpukan sampah secara horizontal (b), teknik ventilasi dengan sarang bambu yang diletakkan di dasar tumpukan sampah (kurang lebih 30 cm di atas permukaan tanah)

  1. Pengomposan Dengan Cara Sebar Di Lapang

a. Jerami sisa panen ditaburkan secara merata pada permukaan lahan sawah saat pengolahan tanah kedua (7 hari sebelum tanam), kondisi air dibuat macak2, tidak mengalir pada petakan lain.

 http://lampung.litbang.pertanian.go.id/ind/images/stories/foto2019b/jerami3.jpg

b.Bioaktivator Perombak Bahan Organik serbuk (MDec) atau cair (DSA) sebanyak 1kg atau 1L dicampurkan dengan 20L air  bersih (1 kg atau 1L/ton, lalu aduk rata.

c. Lalu, dengan menggunakan gembor, larutan MDec/DSA disemprotkan di atas hamparan jerami pada petakan sawah   tersebut dan biarkan tanah dalam kondisi lembap/tidak tergenang selama minimal 7 hari.  Setelah itu tanah diolah   dengan cara digelebe

4.Pengkayaan Dengan Pupuk Organik Dengan Pupuk Hayati

  1. Semprotkan dengan merata pupuk hayati serbuk (BioNutrient) (200g/ha) pada lahan sawah. Sebelumnya BioNutrient  sebanyak 200g dilarutkan dalam 200L air bersih.
  2. Larutan BioNutrient tersebut dapat diaplikasi dengan 2 (dua) cara:
  3. Diberikan pada saat tanam dengan cara disemprotkan pada  hamparan jerami diatas lahan sawah (dengan menggunakan gembor) dengan cara dilarik diantara barisan tanaman kemudian ditutup dengan tanah. Atau,
  4. Rendamkan bibit padi ke dalam larutan BioNutrient selama 15-30 menit sebelum tanam
  5. Semprotkan larutan BioNutrient pada persemaian padi (200g/40kg benih)

 

Sub Sektor : Padi
Komoditas : Tanaman Pangan
Teknologi yang Digunakan :
http://lampung.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/45-budidaya/1273-teknik-pengomposan-jerami-dengan-cepat